Mendidik Anak Untuk Disiplin di Pesantren maupun di Rumah

 

 


Disiplin memang memerlukan kekuatan mental untuk mengatasi kebiasaan buruk. Disiplin membutuhkan ketabahan untuk menolak tarikan dari banyak godaan yang bisa membujuk kita berbelok ke sesuatu yang tidak berguna. Maka dari itu sikap Disiplin harus diawali oleh niat yang kuat agar saat ada godaan yang berat kita bisa tetap istiqomah dan terus disiplin dalam segala aspek kehidupan.

 

Kedisiplinan merupakan bagian dari akhlak dalam islam sebagaimana yang disampaikan Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam kepada kita tentang nilai-nilai kedisiplinan mulai dari  ibadah shalat, zakat, puasa, dan haji, semuanya telah diatur dan diajarkan, contohnya dalam melaksanakan keutamaan untuk sholat tepat pada waktunya sehingga mustahil kedisiplinan tidak dianggap penting atau dikesampingkan dalam kehidupan islam.

seperti hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

«  عَنْ أُمِّ فَرْوَةَ قَالَتْ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « الصَّلاَةُ فِى أَوَّلِ وَقْتِهَا  »

Dari Ummu Farwah, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, amalan apakah yang paling afdhol. Beliau pun menjawab, “Shalat di awal waktunya.”

(HR. Abu Daud no. 426. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Kemampuan untuk mengatur diri ini sangat penting dilakukan untuk mencapai tujuan hidup kita terutama dalam ibadah dan aqidah. Kita menyadari bahwa kegagalan atau kesuksesan kita ditentukan oleh diri kita sendiri. Kegagalan kita disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan dan sikap negative atau berburuk sangka yang kita biarkan dalam diri kita mulai dari masa anak-anak hingga dewasa.

Disiplin memang memerlukan kekuatan mental untuk mengatasi kebiasaan buruk. Disiplin membutuhkan ketabahan untuk menolak tarikan dari banyak godaan yang bisa membujuk kita berbelok ke sesuatu yang tidak berguna. Maka dari itu sikap Disiplin harus diawali oleh niat yang kuat agar saat ada godaan yang berat kita bisa tetap istiqomah dan terus disiplin dalam segala aspek kehidupan.

Disiplin membutuhkan perhatian untuk dilaksanakan secara terus menerus.

Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya. (HR. Muslim)

Hadist ini mengungkapkan bahwa Rasulullah Salallahu alaihi wassalam menyukai sekaligus terbiasa melakukan sesuatu yang baik dan dikerjakan dengan disiplin, konsisten dan kontinue. Kedisiplinan adalah jalan yang menghubungkan seseorang dengan kesuksesan.

Kesuksesan dalam pendidikan sangatlah penting sehingga sedini mungkin kita orangtua dan guru saling bersinergi mengajarkan akan pentingnya kedisiplinan, karena dengan adanya kedisiplinan keteraturan hidup akan terlaksana.

Pesantren adalah lembaga pendidikan yang tentunya juga menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari hari, dari mulai bangun tidur di pagi hari hingga tidur lagi pada malam harinya sampai dengan pembiasaan kegiatan kegiatan lainnya, semua sudah diatur dalam jadwal tetap yang harus di penuhi dan dilaksanakan secara konsisten dan kontinue, alangkah baiknya kegiatan yang sudah di laksanakan di pesantren bisa dilanjutkan di dalam lingkup keluarga atau rumah.

Urgensi Media Sosial

Media Sosial adalah sesuatu yang menjadi perhatian kita dan urgent sekarang ini bagi anak anak kita, karena tanpa pengontrolan yang baik banyak waktu terbuang, sehingga penggunaan gadget ketika di rumah haruslah dibatasi atau bahkan jika memang kurang bermanfaat maka ditiadakan. Karena zaman sekarang ini banyaknya terjadi kerusakan yang disebabkan karena gadget, tidak hanya usia remaja, orang tua pun banyak yang terkena dampak buruk dari gadged ini. Maka dari itu marilah kita saling mengingatkan tentang penggunaan gadged yang terlalu berlebihan.


Penutup

Keteraturan itu berjalan perlahan mulai dari terpaksa kemudian menjadikan terbiasa hingga berakhir sebagai gaya hidup. Manfaatkan Pesantren sebagai ladang untuk belajar sedangkan di rumah atau di masyarakat adalah tempat melaksanakan ilmu yang di dapat di pesantren, Peran orang tua dan ustadz/ustadzah sangat dibutuhkan untuk selalu mengingatkan kepada anak anaknya akan pentingnya kedisiplinan, kalaulah kerjasama bersinergi maka kedisiplinan anak bisa terwujud niscaya menjadikan hal ini sebagai gaya hidup yang baik untuk anak-anak generasi Rabbani.

Rutinkan berdoa semoga Allah selamatkan dari bahaya gadget atau godaan yang kurang bermanfaat bagi keluarga kita. Dan semoga kita dapat menjadikan pribadi dan keluarga yang kita cintai agar tetap konsisten, Istiqomah serta disiplin dalam beribadah.

Wallaahu A’lamu bishshowaab

Wa billaahi Attaufiiq

—————————————————————————————————————————————–

Penulis : Ummu Ammar

Editor : Hiyasha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *