MANFAAT SEBUAH KEJUJURAN

 

 


 

Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga.


 

Sahabat Al-Irsyad, tentu sudah tidak asing dengan pembahasan kita kali ini, salah satu Akhlak yang termaktub didalam Alquranul karim dan sangat ditekankan oleh Rosulullulloh shallallahu ‘alaihi wa sallam. Akhlak yang juga telah dimiliki Rosulullulloh صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم sebelum beliau membawa risalah dakwah ini, bahkan orang-orang kafir yang tidak mempercayai dakwah beliaupun memberi gelar al-Amin (orang yang tepercaya) kepada Rosulullulloh shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain itu, mereka juga menaruh kepercayaan untuk menitipkan barang berharga kepada Rosulullulloh صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم.

Pada artikel singkat ini Kami mengajak pembaca untuk berdoa agar dianugrahkan sifat jujur dan diberikan keistiqomahan dalam menetapi kejujuran, dan untuk melengkapi tulisan ini akan kami uraikan  sedikit dari manfaat orang-orang yang memiliki sifat jujur, dengan harapan semakin menguatkan kita agar tetap istiqomah bersama orang orang yang jujur. Berikut manfaat kejujuran yang dapat kami uraikan.

Kejujuran Akan Membawa Kebaikan Dan Mengantarkan Pemiliknya Ke surga

Sahabat perbuatan jujur itu akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu akan membawa kita kesurga, Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan surga atas kejujuran seseorang selama hidup di dunia. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

قَالَ اللَّهُ هَذَا يَوْمُ يَنْفَعُ الصَّادِقِينَ صِدْقُهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Allah berkata: Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang jujur kejujuran mereka. Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka rida terhadap Allah. Itulah keberuntungan yang paling besar“. (QS Al-Maidah: 119)

Dalam sebuah hadits oleh Ahmad (I/384); al-Bukhâri (no. 6094) dan dalam kitab al-Adabul Mufrad (no. 386)  Dari ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu, Ia berkata:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

Dari ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).’”

Dari hadits ini dapat dipahami bahwa kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga

 

Kejujuran Akan Menghantarkan Pelakunya Kepada Derajat Tertinggi

Sahabat, menjadi orang yang mati dalam keadaan syahid adalah cita-cita setiap mukmin yang sempurna keimanannya. Keutamaan orang yang mati dalam keadaan syahid sangat banyak dan sangat besar. Dalil-dalil yang membahas tentang keutamaan mati dalam keadaan syahid disebutkan di dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pada saat sekarang ini, sangat susah untuk bisa menjadi orang yang mati dalam keadaan syahid di medan pertempuran, karena syarat untuk berhijad sangatlah banyak dan tidak sembarangan. Akan tetapi, Allah subhanahu wa ta’ala tetap memberikan keutamaan jihad untuk orang-orang yang menginginkan mati dalam keadaan syahid, jika orang tersebut memiliki niat yang ikhlas dan jujur dari hatinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ

Barang siapa yang meminta kepada Allah untuk dimatikan dalam keadaan syahid dengan jujur, maka Allah akan menjadikannya berkedudukan seperti orang-orang yang mati syahid walaupun dia mati di atas kasurnya.”[ HR Muslim no. 1909/4930]

 

Kejujuran akan menghantarkan pemiliknya pada ketenangan batin

Sahabat, Siapa yang tidak ingin memiliki ketenangan batin? Mungkin tidak ada, karna tidak ada kebahagiaan tanpa adanya ketenangan batin didalamnya, Nah, Dengan selalu bersikap jujur tidak hanya kebahagiaan yang bisa kita rasakan, tapi juga ketenangan. Hal ini karena kita tidak perlu merasa takut karena merasa dikejar-kejar sesuatu akibat kebohongan yang kita lakukan. Oleh sebab itu, berusahalah meninggalkanlah apa yang meragukan menuju ke perkara yang tidak meragukan, sesungguhnya jujur adalah ketenangan sedangkan dusta adalah keraguan. Kebiasaan umumnya Orang yang sudah terbiasa berbohong, maka untuk membenarkan kebohongannya dia akan selalu berbohong, sehingga hidupnya dipenuhi dengan kebohongan. Orang yang seperti ini tidak akan bahagia di dunia dan di akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ، فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ ، وَإِنَّ الكَذِبَ رِيبَةٌ.

Tinggalkanlah apa-apa yang meragukanmu dengan mengerjakan apa-apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan sesungguhnya kedustaan (akan mengantarkan kepada) keragu-raguan atau kebingungan.”[ HR At-Tirmidzi no. 2518. Syaikh Al-Albani menghukuminya shahih di dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi]

 

Kejujuran Melahirkan Kepercayaan

Sahabat Alirsyad, di dunia ini banyak sekali sifat dan karakter manusia ada yang baik dan ada yang buruk. Dengan bergaul dengan orang yang baik dan selalu berkata jujur atau sesuai dengan kenyataan maka dapat menghindarkan kita dari tuduhan-tuduhan yang merugikan ataupun tidak benar karena kita tidak pernah ikut serta  dan melakukan suatu kegiatan kebohongan sehingga kepercayaan orang terhadap kita semakin bertambah dan akhirnya orang-orang bukannya menuduh kita yang merugikan malah mempercayai kita karena karak ter dan sifat kejujuran yang selalu kita junjung di manapun, kapanpu dan dalam kondisi apapun baik dalam keadaan lapang maupun sempit.

Allah berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 119

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah SWT, dan hendaklah bersama orang-orang yang benar.”

Kejujuran Membawa Keberkahan Dalam Jual Belinya

Seorang yang jujur di dalam kesehariannya dengan orang lain, maka akan mendapatkan keberkahan di dalam jual beliny. Seperti disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim sebagai berikut.

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

Penjual dan pembeli memiliki hak khiyaar (pilih) selama mereka belum berpisah. Apabila keduanya jujur dan saling menjelaskan, maka mereka akan diberkahi di dalam jual beli mereka. Apabila mereka berdusta dan saling menyembunyikan (cacat) maka akan dilenyapkan keberkahan jual beli mereka.”[ HR Al-Bukhari no. 2079 dan Muslim no. 1532/3858]

 

Ikhtitam, banyak sekali manfaat akan kita peroleh dari kejujuran, yang tidak dapat dijelaskan semua disini. Sedikit ini semoga menjadi penguat kita sebagai muslim untuk istiqomah dalam kejujuran, akhirnya kita sama sama memohon kepada Allah agar dikaruniakan akhlak yang baik, salah satunya adalah akhlak jujur.

 “Ya Allah tunjukkanlah aku kepada akhlak mulia. Tidak ada yang bisa menunjukkan kepada kemuliaan itu kecuali Engkau. Dan singkirkanlah akhlak yang jelek dari diriku. Tidak ada yang bisa menyingkirkan kejelekan akhlak itu kecuali Engkau.” (HR. Muslim: 771)

Penulis “Ummahnya Syahid”

Editor "Hiyasha"

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *