BAHTERA TEKADKU

bahtera tekadku

Terkadang duri jalanan yang tumbuh karena sengsaranya hidup membuat penjelajang ilmu terhenti. Wahai Thullabul ilmi tapaki duri itu dengan ketabahan. Pandang jejakmu itu yang akan menjadi saksi bisu yang terkenang.


 

Kutapaki senja dengan langkah yang menderu beradu dengan kepulan debu yang menyesakan dadaku

Hati kecilku berkata “Inilah awal perjalananku”

Tak tahu bahteraku goyah kian kemari yang aku akan mengerti kehidupan di samudra ilmuku ini

Kujalankan Bahtera tekadku siang malam suka maupun duka

 

Terkadang badai menerjang bahtera tekadku

Yang membuatku tak mampu mengarungi samudra lebih jauh

Namun, disana burung-burng kecil terbang membumbung kian tinggi

Seolah menandakan agar bahteraku mengarunginya.

 

Tak hanya samudera yang ku sebrangi

Bahkan harus menjelajahi gurun pasir yang gersang

Yang tak mungkin ada tumbuhan

 

Menatap lurus gurun yang tak berpenghuni

Rasa haus letih menderu dera kerongkonganku

Menyatakan bahwa AKU … harus mencari air ILMU.

 

Langkahku mulai gontai

Rasa kerongkonganku yang beradu dengan rasa hatiku yang merintih

Merintih akan rasanya hidup di gurun ilmu

 

Hidup disana sebatang kaktus berusaha menyemangati hidupku

Berusaha mewarnaiku di gurun ilmu ini

Tak perlu resah hatinya gundah gulana

 

Walaupun matahari menyiksanya

Namun ia tetap tumbuh menerjang siksaan sang matahari

Dan berusaha dekat dengan matahari

 

Tubuhnya tak seindah melati yang menghiasi taman

namun ia cukup mewarnai perjalanan di gurun ilmu.

 

Terkadang duri jalanan yang tumbuh

Karena sengsaranya hidup membuat penjelajang ilmu terhenti

Wahai Thullabul ilmi tapaki duri itu dengan ketabahan

Pandang jejakmu itu yang akan menjadi saksi bisu yang terkenang

 

Wahai kawan seperjuanganku

Perjalannan kita tak cukup hingga kini

Namun kawan … hanya beberapa yang aku bisa wasiatkan pada Thullabul ilmi.

 

Bertepilah dari samudra ilmu

Di liang yang mengantarkanmu pada imbalan lelahnya menuntut ilmu

Dan kebahagian tiada tara

Injaklah tanah subur

Setelah kau mengarungi gurun ilmu yang gersang

Pijaklah pijakan pertama untuk menghasilkan

Apa yang kau pijak dari gurun ilmu

 

Kalian … akan membuahkan hasil dari pada yang kau inginkan di ma’had ini Insya Allah

Dengan meluruskan niat untuk MENUNTUT ILMU.

 

Penulis : Ananda Anysah Qonita

Editor : Hijriyahni Khoerunnisa, S.Kom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *